Nama Airlangga
Nama universitas merujuk pada Raja Airlangga, yang dalam tradisi sejarah Jawa Timur dikenal sebagai pemimpin yang arif dan memiliki peran penting dalam penyatuan wilayah.
Mengenal sejarah, identitas, visi, misi, nilai, dan perjalanan Universitas Airlangga sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi penting di Indonesia.
Sejarah UNAIR tidak terlepas dari perkembangan pendidikan kedokteran di Indonesia. Cikal bakalnya berkaitan dengan Dokter Djawa School yang berdiri di Batavia pada 1851, kemudian berkembang melalui STOVIA dan NIAS di Surabaya.
Pada 1 November 1954, Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1954 menjadi dasar pendirian Universitas Airlangga. Universitas kemudian diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr. Ir. Soekarno pada 10 November 1954, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Pada awal berdirinya, UNAIR memiliki lima fakultas. Seiring waktu, berbagai bidang ilmu berkembang dan melahirkan fakultas serta program pendidikan baru hingga membentuk ekosistem akademik yang multidisiplin.

Nama universitas merujuk pada Raja Airlangga, yang dalam tradisi sejarah Jawa Timur dikenal sebagai pemimpin yang arif dan memiliki peran penting dalam penyatuan wilayah.
Lambang UNAIR menampilkan Garuda Mukti dengan tunggangan Bhatara Wisnu, Prabu Airlangga, sebagai simbol kebijaksanaan, kekuatan, dan keluhuran budi.
Tahun 1954 menjadi tonggak berdirinya UNAIR sebagai perguruan tinggi negeri yang kemudian terus memperluas kontribusinya dalam pendidikan dan pembangunan bangsa.
Menjadi universitas yang mandiri, inovatif, terkemuka di tingkat nasional dan internasional, pelopor pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, humaniora, dan seni berdasarkan moral agama.