BMKG menyediakan data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang akurat untuk mendukung keselamatan masyarakat, pembangunan nasional, dan ketahanan bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Informasi suhu, kelembaban, dan kondisi cuaca terkini untuk wilayah Indonesia.
Akses berbagai layanan data meteorologi, klimatologi, dan geofisika dari BMKG secara mudah dan cepat.
Informasi cuaca harian, mingguan, dan musiman untuk seluruh wilayah Indonesia termasuk kota, kabupaten, dan kawasan pesisir.
Selengkapnya →Monitoring gempa bumi real-time, peta seismik, dan informasi potensi tsunami untuk kewaspadaan masyarakat di zona rawan gempa.
Selengkapnya →Analisis iklim, prakiraan curah hujan musiman, dan data klimatologi untuk mendukung sektor pertanian, energi, dan perencanaan wilayah.
Selengkapnya →Sistem peringatan dini cuaca ekstrem mencakup hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Selengkapnya →Informasi cuaca untuk penerbangan (MET-AVIATION), SIGMET, METAR, TAF, dan layanan meteorologi bandar udara di seluruh Indonesia.
Selengkapnya →Prakiraan gelombang laut, angin permukaan, dan kondisi cuaca di perairan Indonesia untuk mendukung keselamatan pelayaran dan nelayan.
Selengkapnya →Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas memberikan pelayanan meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG memiliki peran strategis dalam melindungi jiwa dan harta benda masyarakat dari dampak bencana alam berbasis cuaca dan gempa bumi.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan ring of fire dan berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar—Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Posisi geografis ini menjadikan Indonesia salah satu negara dengan frekuensi gempa bumi dan aktivitas vulkanik tertinggi di dunia, sekaligus rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, longsor, dan badai tropis.
Dalam konteks itulah BMKG menjalankan fungsi utamanya: mengamati, menganalisis, dan mendiseminasikan informasi meteorologi, klimatologi, serta geofisika kepada masyarakat, pemerintah, dan sektor-sektor strategis seperti pertanian, transportasi, energi, dan pertahanan.
BMKG kini telah mengembangkan sistem prakiraan cuaca berbasis numerik (Numerical Weather Prediction/NWP) yang mampu memberikan prediksi cuaca hingga 7 hari ke depan dengan resolusi spasial yang semakin tinggi. Teknologi radar cuaca Doppler yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia memungkinkan pemantauan pergerakan awan hujan secara real-time, sehingga peringatan dini cuaca ekstrem dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat.
Selain itu, BMKG juga mengelola sistem Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Rain Gauge (ARG) yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, menghasilkan data observasi cuaca setiap menit yang menjadi bahan utama analisis dan prakiraan cuaca.
Salah satu pencapaian teknologi terpenting BMKG adalah Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), yang memungkinkan BMKG mengeluarkan peringatan tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit setelah gempa bumi terjadi. Sistem ini terintegrasi dengan jaringan seismometer, tide gauge, dan buoy tsunami yang tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Melalui layanan informasi iklim dan curah hujan, BMKG mendukung perencanaan musim tanam para petani. Prakiraan iklim musiman membantu Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi dampak El Niño dan La Niña terhadap produksi pangan nasional, sehingga langkah mitigasi dapat disiapkan jauh sebelum musim kering atau basah ekstrem terjadi.
Informasi terbaru seputar cuaca, iklim, gempa bumi, dan kegiatan BMKG.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang...
Selama bulan Agustus 2026, BMKG mencatat peningkatan aktivitas gempa bumi di kawasan Maluku dan Sulawesi. Masyarakat diminta tetap waspada namun tidak panik...
BMKG memprakirakan fenomena La Niña dengan intensitas lemah-moderat akan berlangsung mulai akhir 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia...